Selasa, 19 Juni 2012

Kilas Balik Kondisi Pertanian Kapuas


FHH JAWABAN ATAS PERTANYAAN PELAKU AGRIBISNIS PERBERASAN

Forum Hasupaa Hasundau (FHH) diusung oleh Dinas Pertanian Tph Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan KAHMI Kabupaten Kapuas, dapat dikatakan sebagai jawaban atas pertanyaan dalam benak para pelaku agribisnis perberasan secara keseluruhan di kota bermotokan  Aman, Indah dan Ramah.

Pasalnya, minimnya informasi dan komunikasi sinergi antara pelaku agribisnis dengan pemerintah daerah selaku pemegang kebijakan. Perhelatan ini diselenggarakan pada tanggal 15 agustus 2006, dengan lokasi kegiatan dipusatkan di Terminal Agribisnis Terpadu (TAT) Jalan Akhmad Yani Kuala Kapuas (sekarang digantikan dengan taman kota).


Menurut Romiansyah, SP.SH (sekretaris Panitia) Hasupa hasundau sekarang Dewan Pembina Lembaga Studi dan Advokasi Pertanian (LSAP) Insan Cita , menampilkan pemateri Ir. H Burhanudin Ali (Bupati Kapuas), Muhaimin Sovan (Direktur Pemasaran Domestik / Dirjen BP2HP Departemen Pertanian Pusat) dan Hj. Sadarestuwati, SP. MMA (Eksportir Beras dan HKTI Jombang) sebagai narasumbernya.

‘’Dialog berbentuk interaktif ini, dilaksanakan mengangkat tema “ Menguak Masalah Perberasan Kabupaten Kapuas sebagai Komoditas Andalan Daerah harapan Petani” merupakan salah satu bentuk realisasi dari visi dan misi pemda Kapuas yang menitik bertakan pada bidang pertanian,” ucap Romiansyah.

Disampaikan juga dalam forum diskusi tersebut sektor perberasan merupakan sektor paling mendapat sorotan dikarenakan predikat Kapuas sebagai lumbung beras wilayah Propinsi Kalteng, dan telah memberikan kontribusi sekitar 60 % dari kebutuhan akan beras di Kalteng.

Terselenggara FHH diharapkan dapat membentuk suatu komunikasi dari dua arah yang sinergi dan berkelanjutan antara para pelakau agribisnis, pasar, dan pemerintah daerah, sehingga mendorong  timbulnya kepercayaan terhadap tanaman padi sebagai komuditas andalan petani  dan daerah, khususnya di kabupaten Kapuas.

“Saya tegaskan tujuan utamanya takni peningkatan kesejahteraan petani, dalam hal ini, acap kali dirugikan oleh mekanisme pasar yang ridak berpihak kepada mereka, dan semoga pula melalui hasupa hasundau ini, merupakan langkah awal kita menuju harapan yang lebih besar lagi.” Papar Romiansyah seraya menyebutkan , menyongsong terwujudkan  sektor pertanian yang dapat menjadi andalan petani di masa depan untuk hidup dan menghidupi kita semua. (LUSUK ITAH. 01/08/06)

3 komentar: