Tampilkan postingan dengan label Pertanian dan Perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian dan Perkebunan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Berkebun Cabai (Lombok)



Lembaga Studi dan Advokasi Pertanian  (LSAP) Insan Cita Kapuas mencoba menghimbau kepada para generasi muda untuk mencoba mencicipi dunia pertanian dengan diadakannya pelatihan Internal Lembaga dengan berbagai program. Yang salah satunya adalah mencoba menerapkan agronomi yang awalnya merupakan usaha sampingan yang berpenghasilan tentunya, dan nantinya akan menjadi usaha utama itu yang diharapkan. Penerapan agronomi ini tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, hal ini membutukan proses tahapan-tahapan pembiasaan kepada generasi muda khususnya. LSAP Insan Cita baru-baru ini mengadakan training berkebun Cabai Capsicum annuum yang hanyamengandalkan lahan kecil pekarangan samping rumah untuk tempatnya. Training ini dimulai dari tanggal 30 Mei 2013 hingga masa panen sekitar 110 hari.

Tempat pembibitan

Dari sebelah kiri Candra Dinata, Ahyar, Sugi dan Syaiful

Pembuatan Pot pembibitan dari gelas bekas minuman minera

Selasa, 02 Oktober 2012

Budidaya Petai

Budidaya Petai


Petai (Parkia speciosa), disebut pula twisted cluster bean, stink bean, peteh, yongchaak, sataw, atau sator. Habitat asli petai, tersebar dari India Timur Laut, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Petai tumbuh mulai dari dataran rendah (0 m. dpl) sampai dengan 800 m. dpl. Tanaman petai tumbuh berupa pohon berkayu, dengan tajuk sangat terbuka, berketinggian sampai dengan 30 m. Karena keterbukaan tajuknya, petai cocok dibudidayakan secara tumpang sari, dengan tanaman semusim.

Sabtu, 16 Juni 2012

TANAMAN CINCAU SOLUSI KRISIS PANGAN INDONESIA


 PP No 68 tahun 2002 tentang ketahanan pangan Indonesia. Berlandaskan kepada Peraturan Pemerintah tersebut maka selayaknya lah Indonesia sebagai negara agraris yang dalam kurun waktu 5 tahun mendatang akan mendapat tantangan seputar pertanian khususnya yang akan berimbas pada ketahanan pangan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya akan mencoba membagi info mengenai solusi ketahan pangan yang salah satunya dengan pembudidayaan tanaman Cincau di sekitar lingkungan kita.
Cincau (Lat.: Cyclea barbara Miens.). Tumbuhan asli Indonesia. Termasuk suku Manispermaceae. Terna merambat, batang berduri, panjang sampai 10 m, berumah dua. Daun berbentuk perisai. Perbungaan berupa malai, menggantung. Bunga kuning, berkelamin tunggal. Buah berupa buah batu, merah; berbiji keras. Buah jarang terbentuk. Perbanyakan dengan setek akar. Tumbuh liar di semak Belukar dan di pinggir hutan, di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Daun dapat dibuat agar-agar untuk bahan minuman dan obat demam serta sakit perut. Akar digunakan sebagai obat demam. Daun mengandung sejenis polisachanida yang mudah membentuk agar-agar bila menyerap air. Akar mengandung pati, lemak dan senyawa alkaloid siklein.

Minggu, 27 Mei 2012

KEBUN PISANG MULTI VARIETAS DAN MULTI KULTUR


Ketika tahun 1997 wabah pseudomonas dan fusarium melanda kebun pisang rakyat maupun perkebunan besar di Indonesia, tetap ada tanaman pisang yang selamat. Pertama, yang bisa selamat dari amukan penyakit tersebut adalah jenis pisang "bandel" seperti mas, muli, dan lilin. Tetapi pisang-pisang yang sangat rentan penyakit seperti kepok kuning, ambon kuning, raja sereh, raja bulu dan tanduk pun, tetap ada yang selamat. Pisang-pisang tersebut selalu berada di kebun atau pekarangan rumah penduduk dengan tanaman yang campuraduk. Berbagai jenis pisang ada di sana, berbagai jenis tanaman juga tegak di kebun itu. Mulai dari tanaman semusim seperti kunyit dan keladi sampai ke tenaman keras seperti bambu, petai dan kelapa. Tempat tumbuh tanaman pisang yang selamat dari amukan penyakit itu selalu sangat subur dan  kaya bahan organik. Pada musim kemarau panjang, kelembapan udara serta tanah juga masih tetap terjada dengan baik.

Kamis, 17 Mei 2012

DUNIA PERTANIAN DITITIK NADHIR




Ada sebuah ironi ketika bangsa ini dikenal sebagai negara agraris,ternyata tidak berbanding lurus dengan minat calon mahasiswa pada studi pertanian. Setidaknya data pada hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2008 menunjukkan masih terdapat 2.894 kursi kosong pada program studi bidang pertanian di 47 perguruan tinggi negeri. Sedangkan pada tahun 2009,data dari panitia SNMPTN trend tersebut terus berlangsung dengan banyaknya bangku kosong yang masih tersedia di 42 PTN yang menyebutkan studi pertanian salah satu yang tidak populer. Bisa dibayangkan ketika kebutuhan pangan kita sudah tidak ada lagi yang mengurus dan mengembangkannya. Sementara negara-negara lain berlomba-lomba mengembangkan bidang pertanian sebagai bargaining ekonomi dalam era globalisasi.
Tidak dapat disangkal sampai hari ini sektor pertanian masih merupakan sektor andalan bagi perekonomian Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto, penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, pengurangan kemiskinan dan ketahanan pangan. Era kejayaan sektor pertanian menuai berkah pada zaman swasembada pangan pada tahun 1984. Gelar sarjana pertanian begitu bergengsi. Namun, memasuki lompatan jauh ke era industrialisasi,sektor pertanian ikut tenggelam digilas laju pembangunan pabrik-pabrik yang menggusur lahan-lahan pertanian. Sektor pertanian mau tidak mau terkena stigma sebagai pekerjaan orang miskin. Image-nya lekat dengan pekerjaan yang tidak memiliki prospek ke depan.

Tanaman Obat Jeruk Nipis

Tanaman Obat : Jeruk Nipis
A. Uraian
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2,5 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekunirig-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk nipis umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

B. Syarat Tumbuh
1. Iklim
Ketinggian tempat: 200m-1.300m di atas permukaan laut, curah hujan tahunan: 1.000 mm-1.500 mm/tahun, bulan basah (di atas 100 mm/ bulan): 5-2 bulan, bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) 0-6 bulan, suhu udara: 200C-300C, kelembaban: sedang-tinggi, dan penyinaran: sedang.

Kondisi Lahan Pertanian Kuala Kapuas

Berdasar survei para ahli Pertanian kita, lahan lahan pertanian di Nusantara ini sudah lebih dari 60 persen dalam kondisi kritis. dalam arti unsur hara tanah sudah jauh di bawah kadar normal yang 4 – 5 persen. Banyak lahan lahan pertanian yang unsur haranya tinggal 2 persen, bahkan ada yang 1 persen. Dikatakan bahwa penggerusan unsur hara ini terjadi akibat pemakaian pupuk pupuk kimia sintetis, juga pestisida dan obat obatan kimia yang berlebihan. Selain unsur hara yang tergerus, pupuk pupuk yang berbasis amonia seperti urea akan menurunkan PH tanah, dan juga membuat tanah semakin lama semakin keras ( bantat ) dan tandus.
Sedangkan pestisida dan obat obatan kimia yang bersifat racun akan membunuh serangga serangga yang berguna dan tanaman, juga mikroorganisme mikroorganisme tanah. Cacing sebagai salah satu pendukung kesuburan tanah – mati – demikian pula gangang, jamur, cendawan dan bakteri yang lain. Siklus kehidupan di dalam tanah terhenti total yang tertinggal hanya endapan endapan racun racun dari zat zat kimia.