Minggu, 27 Mei 2012

Budidaya Ikan Patin

 Patin adalah sekelompok ikan berkumis (Siluriformes) yang termasuk dalam genus Pangasius, famili Pangasiidae. Nama "patin" juga disematkan pada salah satu anggotanya, P. nasutus. Kelompok hewan ini banyak yang bernilai ekonomi, seperti patin dan patin siam (P. hypophthalmus syn. P. sutchi, atau beberapa pustaka menyebutnya jambal siam). Beberapa anggotanya yang hidup di Sungai Mekong dikenal berukuran sangat besar, mencapai panjang dua meter lebih.(sumber)

Download selengkapnya Budidaya Ikan Patin

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870, dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ikan Kaloi ( GURAMI )

Gurami (Osphronemus goramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di samping itu, di negara-negara lainnya gurami juga sering dipelihara dalam akuarium.
Umumnya dikenal dengan nama gurami, ikan ini juga memiliki beberapa sebutan lokal seperti gurame (Sd.); grameh (Jw.); kalui (Jb.); ikan kali (Plg.), dan lain-lain.Selengkapnya klik disini

Kalo pengen download file word nya silahkan klik disini

AGRO INDUSTRI AYAM YANG TETAP KAMPUNG


Pada awal tahun 1970an, harga daging dan telur ayam ras (ayam negeri), lebih mahal daripada harga daging dan telur ayam kampung. Sebab populasi ayam ras pedaging maupun petelur masih sangat kecil. Waktu itu menggoreng telur atau memasak daging ayam ras, merupakan sesuatu yang sangat prestisius. Sebab untuk kondisi sosial ekonomi saat itu, makan telur dan daging ayam bagi masayarakat menengah bawah, masih merupakan hal yang sangat mewah. Lauk utama di warung tegal (warteg), saat itu hanyalah tahu dan tempe. Kalau saja ada ikan, maka bisa dipastikan ikan laut atau tambak air payau. Misalnya kembung atau bandeng. Sekarang, harga telur dan daging ayam kampung (ayam bukan ras = ayam buras); jauh lebih mahal dibanding dengan harga telur dan daging ayam ras. Kalau harga ayam ras per ekor @ 1,5 kg. Rp 15.000,- maka harga ayam kampung dengan bobot sama sudah sekitar Rp 25.000,- di tingkat konsumen. Kalau harga telur ayam ras di tingkat konsumen Rp 6.000,- per kg. isi 18  butir (bobot @ 55 gram) atau per butir Rp 333,- maka harga telur ayam kampung mencapai Rp 1.100,- per butir. Tingginya harga telur dan ayam kampung hidup, telah mengilhami para petarnak untuk mengambil jalan pintas.