Selasa, 02 Oktober 2012

Budidaya Petai

Budidaya Petai


Petai (Parkia speciosa), disebut pula twisted cluster bean, stink bean, peteh, yongchaak, sataw, atau sator. Habitat asli petai, tersebar dari India Timur Laut, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Petai tumbuh mulai dari dataran rendah (0 m. dpl) sampai dengan 800 m. dpl. Tanaman petai tumbuh berupa pohon berkayu, dengan tajuk sangat terbuka, berketinggian sampai dengan 30 m. Karena keterbukaan tajuknya, petai cocok dibudidayakan secara tumpang sari, dengan tanaman semusim.

Selasa, 19 Juni 2012

Kilas Balik Kondisi Pertanian Kapuas


FHH JAWABAN ATAS PERTANYAAN PELAKU AGRIBISNIS PERBERASAN

Forum Hasupaa Hasundau (FHH) diusung oleh Dinas Pertanian Tph Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan KAHMI Kabupaten Kapuas, dapat dikatakan sebagai jawaban atas pertanyaan dalam benak para pelaku agribisnis perberasan secara keseluruhan di kota bermotokan  Aman, Indah dan Ramah.

Pasalnya, minimnya informasi dan komunikasi sinergi antara pelaku agribisnis dengan pemerintah daerah selaku pemegang kebijakan. Perhelatan ini diselenggarakan pada tanggal 15 agustus 2006, dengan lokasi kegiatan dipusatkan di Terminal Agribisnis Terpadu (TAT) Jalan Akhmad Yani Kuala Kapuas (sekarang digantikan dengan taman kota).

Sabtu, 16 Juni 2012

TANAMAN CINCAU SOLUSI KRISIS PANGAN INDONESIA


 PP No 68 tahun 2002 tentang ketahanan pangan Indonesia. Berlandaskan kepada Peraturan Pemerintah tersebut maka selayaknya lah Indonesia sebagai negara agraris yang dalam kurun waktu 5 tahun mendatang akan mendapat tantangan seputar pertanian khususnya yang akan berimbas pada ketahanan pangan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya akan mencoba membagi info mengenai solusi ketahan pangan yang salah satunya dengan pembudidayaan tanaman Cincau di sekitar lingkungan kita.
Cincau (Lat.: Cyclea barbara Miens.). Tumbuhan asli Indonesia. Termasuk suku Manispermaceae. Terna merambat, batang berduri, panjang sampai 10 m, berumah dua. Daun berbentuk perisai. Perbungaan berupa malai, menggantung. Bunga kuning, berkelamin tunggal. Buah berupa buah batu, merah; berbiji keras. Buah jarang terbentuk. Perbanyakan dengan setek akar. Tumbuh liar di semak Belukar dan di pinggir hutan, di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Daun dapat dibuat agar-agar untuk bahan minuman dan obat demam serta sakit perut. Akar digunakan sebagai obat demam. Daun mengandung sejenis polisachanida yang mudah membentuk agar-agar bila menyerap air. Akar mengandung pati, lemak dan senyawa alkaloid siklein.

Minggu, 27 Mei 2012

KEBUN PISANG MULTI VARIETAS DAN MULTI KULTUR


Ketika tahun 1997 wabah pseudomonas dan fusarium melanda kebun pisang rakyat maupun perkebunan besar di Indonesia, tetap ada tanaman pisang yang selamat. Pertama, yang bisa selamat dari amukan penyakit tersebut adalah jenis pisang "bandel" seperti mas, muli, dan lilin. Tetapi pisang-pisang yang sangat rentan penyakit seperti kepok kuning, ambon kuning, raja sereh, raja bulu dan tanduk pun, tetap ada yang selamat. Pisang-pisang tersebut selalu berada di kebun atau pekarangan rumah penduduk dengan tanaman yang campuraduk. Berbagai jenis pisang ada di sana, berbagai jenis tanaman juga tegak di kebun itu. Mulai dari tanaman semusim seperti kunyit dan keladi sampai ke tenaman keras seperti bambu, petai dan kelapa. Tempat tumbuh tanaman pisang yang selamat dari amukan penyakit itu selalu sangat subur dan  kaya bahan organik. Pada musim kemarau panjang, kelembapan udara serta tanah juga masih tetap terjada dengan baik.